bisnisaktual.com/, Tiongkok – Indonesia kembali mencatatkan langkah strategis di panggung ekonomi internasional melalui kehadiran delegasi Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) dalam ajang bergengsi SCO International Investment and Trade Expo 2025 yang digelar di Qingdao, Tiongkok pada 17–20 Juli 2025. Kehadiran ini menandai kontribusi nyata sektor swasta Indonesia dalam diplomasi ekonomi lintas kawasan Eurasia.
Qingdao, yang terletak di Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, merupakan salah satu kota pelabuhan utama dan pusat ekonomi paling dinamis di wilayah pesisir Tiongkok. Kota ini dikenal sebagai pintu gerbang penting bagi perdagangan maritim internasional, sekaligus rumah bagi berbagai industri strategis seperti manufaktur, teknologi tinggi, perkapalan, logistik, dan energi terbarukan. Sebagai bagian dari Provinsi Shandong—provinsi dengan PDB tertinggi ketiga di Tiongkok—Qingdao memainkan peran sentral dalam inisiatif “Belt and Road” dan pembangunan ekonomi maritim nasional. Kota ini juga menjadi markas bagi perusahaan global seperti Haier dan Tsingtao, serta menjadi tuan rumah berbagai pameran internasional yang memperkuat posisinya sebagai simpul konektivitas ekonomi Asia–Pasifik.
“Keterlibatan KEIND dalam SCO International Investment and Trade Expo 2025 bukan hanya membawa semangat entrepreneur Indonesia ke tingkat global, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di tengah dinamika kawasan Asia,”ungkap Denia Samad, yang juga menjabat CEO Garuda Ventrue Capital dan Vice Commissioner LBP Enterprises.
Sebagai Ketua Delegasi, Denia yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KEIND Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, menyampaikan visi Indonesia yang progresif dengan menyoroti potensi besar di sektor investasi, digitalisasi, energi terbarukan, serta inovasi UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

SCO EXPO: Jembatan Ekonomi Regional Eurasia
Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah organisasi geopolitik dan ekonomi yang beranggotakan negara-negara besar seperti Tiongkok, Rusia, India, dan beberapa negara Asia Tengah. Sejak berdiri tahun 2001, SCO telah menjadi forum penting untuk kerja sama di bidang keamanan, ekonomi, dan kebudayaan. Melalui SCO International Investment and Trade Expo, negara-negara anggota dan mitra diundang untuk memperkuat kolaborasi perdagangan, investasi, dan transformasi teknologi.
Indonesia, meskipun bukan anggota penuh SCO, untuk pertama kalinya diundang secara resmi dalam perhelatan SCO International Investment and Trade Expo 2025 sebagai partner strategis dari kawasan ASEAN. Kehadiran ini menandai debut diplomasi ekonomi Indonesia di lingkungan SCO, yang selama ini didominasi oleh negara-negara Asia Tengah, Tiongkok, Rusia, dan India.
Dalam kesempatan bersejarah ini, KEIND Indonesia menjadi representasi utama dari sektor swasta nasional, membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan Indonesia terhadap jejaring ekonomi global. Dengan menampilkan kekuatan pengusaha muda, transformasi digital, serta kekayaan sumber daya dan pasar domestik, KEIND menunjukkan bahwa Indonesia siap memainkan peran lebih besar di panggung ekonomi Eurasia dan dunia.
Potensi Indonesia Jadi Sorotan
Dalam forum ini, KEIND Indonesia memperkenalkan kekuatan ekonomi Republik Indonesia sebagai negara dengan GDP lebih dari USD 1,5 triliun dan penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Kehadiran KEIND sebagai delegasi pertama yang mewakili Indonesia dalam ajang SCO Expo menjadi sorotan tersendiri, menunjukkan kesiapan sektor swasta nasional untuk tampil aktif di kancah ekonomi multilateral.
Jajaran tokoh dalam delegasi KEIND antara lain:
Delegasi KEIND Indonesia di SCO Expo 2025:
- Denia Yuniarti Abdussamad
CEO Garuda Ventrue Capital
Wakil Ketua Umum KEIND Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral - Dini Fronitasari
Peneliti BRIN & CEO Goritma Tech
Wakil Ketua Umum KEIND Bidang Riset, Teknologi dan Inovasi - Billtraviano Harda
CEO DOT Indonesia
Wakil Ketua Umum KEIND Bidang Teknologi Digital - Linda Kartika Dewi
Ketua Srikandi ARUN
Wakil Ketua Umum KEIND Bidang Pemberdayaan Ekonomi Syariah - Redita Aliyah
Founder Merapi Park & Global Mind
Wakil Ketua KEIND Bidang Pariwisata dan Eknomi Creative - Fathan Sembiring
Global Director LBP Enterprises
Komptap KEIND Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral - Ade Wirdaningsih
Managing Director Ratu Madani Abadi
Sekretaris KEIND Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Selama kegiatan, KEIND aktif menjalin dialog dengan berbagai mitra internasional untuk penguatan jejaring usaha, potensi hilirisasi mineral, serta kemitraan teknologi yang berbasis keberlanjutan.
Melangkah ke Diplomasi Ekonomi Masa Depan
Kehadiran KEIND menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan kebijakan luar negeri dalam membentuk wajah diplomasi ekonomi Indonesia. Dengan pendekatan yang progresif dan inklusif, KEIND berperan sebagai jembatan antara potensi lokal dan peluang global.[]





