Investasi Peternakan Menguat, 1.573 Sapi Perah Impor Tiba di Indonesia

Kolaborasi swasta dan pemerintah dorong produktivitas susu segar dalam negeri melalui impor strategis sapi perah dan program P2SDN hingga 2029.

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peternak lokal terima sapi impor dari Australia, sinyal kuatnya sinergi pemerintah-swasta global.. (Dok. ditjenpkh.pertanian.go.id)

Peternak lokal terima sapi impor dari Australia, sinyal kuatnya sinergi pemerintah-swasta global.. (Dok. ditjenpkh.pertanian.go.id)

DIREKTUR Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengonfirmasi kedatangan 1.573 ekor sapi perah betina bunting dari Australia melalui pelabuhan Probolinggo dan Banyuwangi

Sapi-sapi tersebut sebagai bagian strategi percepatan Program P2SDN menuju target satu juta sapi perah hingga 2029 (antaranews.com).

Agung menjelaskan, peran impor dalam memperkuat dan meningkatkan daya beli susu dalam negeri.

“Dalam dua hari, 1.573 ekor sapi perah bunting didatangkan dari Australia ke Indonesia untuk memperkuat populasi sapi perah dan mendukung produktivitas peternak lokal,” katanya.

Penyertaan importasi ini melibatkan konsorsium besar seperti Santori, Greenfields, Arla, dan koperasi lokal, menunjukkan integrasi antara sektor swasta global dan domestik dalam memperkuat industri susu nasional.

Proyeksi Pasar Susu dan Dampak Fiskal pada Neraca Impor

Sesuai data Kementan, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) saat ini hanya mencukupi 21 % dari kebutuhan nasional sebanyak 4,6 juta ton per tahun.

Hal ini menciptakan peluang besar untuk meningkatkan konsumsi lokal dan menurunkan impor bahan baku susu.

Data pasar menunjukkan potensi impuls positif di sektor hilirisasi susu, di mana peningkatan populasi sapi perah bisa menurunkan beban impor skim milk power dan susu formula, sehingga memperbaiki neraca perdagangan produk olahan susu.

Kolaborasi antaraktor ini membuka ruang bagi investor strategis yang ingin masuk ke segmen agribisnis bernilai tambah tinggi.

Terutama dengan dukungan program Makan Bergizi Gratis dan investasi infrastruktur peternakan.

Jaminan Kesehatan Hewan: Prasyarat Bagi Investasi Sektor Peternakan

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Imron Suandy, menyatakan seluruh sapi yang masuk telah melalui proses karantina, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan bebas dari penyakit menular strategis sebelum pengiriman dan pasca-pendaratan di Indonesia.

Imron memastikan keamanan pangan dan keberlangsungan investasi peternakan di masa depan.

“Bersama dengan Badan Karantina Indonesia, tindakan karantina dan pemeriksaan kesehatan hewan akan kami lakukan secara menyeluruh,” imbuhnya.

Kepastian protokol kesehatan ini menawarkan jaminan kepada investor dan peternak mitra bahwa aspek biosekuriti secara serius dikelola.

Integrasi Sapi Perah Impor dan Mitigasi Risiko Investasi

Pendistribusian sapi impor ke peternak mitra di Jawa Timur menunjukkan skema joint shipment yang efisien dan transparan, mengurangi waktu pengaplikasian dan memitigasi risiko logistik serta kesehatan hewan.

Pandangan hukum dan fiskal menunjukkan bahwa bonus ekonomi langsung dan tidak langsung dari peningkatan produksi susu — antara lain peran pabrik pengolahan, transportasi, dan pangan ternak — menciptakan multiplier effect yang signifikan.

Bagi investor, model ini menjadi blueprint yang menunjukkan bahwa intervensi pemerintah dalam sektor peternakan bisa bersinergi dengan sektor swasta untuk menaikkan ROI jangka panjang.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Bisnis Bitcoin Kian Moncer, Yuk Belajar Bisnis Crypto
Jalan Panjang Merger Garuda Pelita di Tengah Konsolidasi Pertamina
Tren Ekspansi Manufaktur RI, PMI Agustus 2025 Catat 51,5 Poin
Kledo: Software Akuntansi Modern dengan Fitur Aplikasi Kasir Gratis untuk Bisnis
Dari GCG hingga Energi Hijau, Begini Resep Sukses Pertamina di Fortune Global 500
Syngenta Luncurkan PIJAR dan SETIA, Jawab Tantangan Petani Lawan Hama
15 Pengusaha Indonesia Hadir di SCO Investment Conference 2025 di Qingdao Tiongkok
KEIND Wakili Indonesia di SCO Investment Conference & Trade Expo 2025 di Qingdao Tiongkok

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 19:49 WIB

Bisnis Bitcoin Kian Moncer, Yuk Belajar Bisnis Crypto

Rabu, 17 September 2025 - 11:30 WIB

Jalan Panjang Merger Garuda Pelita di Tengah Konsolidasi Pertamina

Rabu, 3 September 2025 - 06:29 WIB

Tren Ekspansi Manufaktur RI, PMI Agustus 2025 Catat 51,5 Poin

Senin, 1 September 2025 - 11:32 WIB

Kledo: Software Akuntansi Modern dengan Fitur Aplikasi Kasir Gratis untuk Bisnis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Dari GCG hingga Energi Hijau, Begini Resep Sukses Pertamina di Fortune Global 500

Berita Terbaru